[Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC] Berbeda Bukan Berarti Tak Sama

Berbeda Bukan Berarti Tak Sama

Berbeda-beda tetapi satu
Berbeda-beda tetapi satu

Judul yang saya ambil ini terinspirasi oleh kekayaan budaya Indonesia dan sekaligus mengikuti Kompetisi yang diadakan oleh Kompas MuDA ( Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC ) dengan bertemakan Bangga Indonesia. Sehingga saya ingin mengangkat begitu bangganya saya dengan Indonesia. Begitu beraneka ragam budaya Indonesia, dari sabang sampai merauke. Seperti dikutip dari wikipedia bahwa kebudayaan Indonesia pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab.

Wah.. Sungguh beranekaragam.. Tapi pernahkah kawan mendengar terjadi konflik budaya di negara kita? Ya, sungguh mencengangkan bahwa telah banyak  ribuan jiwa korban dalam tragedi konflik budaya ini. Banyak alasan dan faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adanya perbedaan pendapat antara satu budaya dengan budaya lain. Disini saya tidak akan menjelaskan secara rinci dan tidak akan memakai nama budaya tersebut, saya tidak mau konflik budaya ini timbul kembali.  Sangat disayangkan jika Indonesia terpecah belah oleh konflik ini.

Mengapa kita berbeda?
Jawaban umun untuk hal ini adalah karena kita memiliki budaya yang berbeda. Menurut salah satu sumber internet menyebutkan bentuk-bentuk kebudayaan/keberagaman/anekawarna/perbedaan itu dapat dilihat dari dua hal, yaitu:

  1. Perbedaan Biologis
    Cakupan ini meliputi jenis kelamin seperti laki-laki dan perempuan
    Usia, adalah pembedaan antara usia muda dan tua
    Intelektual, yaitu pembedaan  kepandaian/kepintaran seseorang. Berhubungan dengan perbedaan pendapat atau persepsi seseorang terhadap suatu masalah.
    Ras, perbedaan  asal-usul dan pengolongan ras umat manusia seperti Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, dan ras-ras khusus seperti : Polynesia, Weddid, Australoid, Ainu, Bushman, Melanozoid.
  2. Perbedaan Kondisi Sosial Budaya
    Suku bangsa yang berhubungan dengan adat-istiadat, kesenian, pakaian, bahasa, teknologi, sistem pengetahuan, ciri-ciri fisik, ritual, makanan khas/ tradisional, dan kesamaan dalam tata nilai, pandangan tentang jagad raya, dan lain-lain.
    Agama berhubungan dengan kepercayaan/keyakinan umat manusia pada Tuhan Yang Maha Esa. Yang penting ditunjukkan di sini bahwa kita mengenal banyak agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kaharingan, dll. Sewaktu saya masih di bangku sekolah di Indonesia mengakui adanya 5 Agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha.
    Kelompok dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok besar adalah suatu kelompok kekerabatan yang berasal dari satu nenek moyang, dan kelompok kecil adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri dari satu nenek moyang melalui garis keturunan ayah atau garis ibu. Kelompok berarti kerabat atau Marga di Sumatera atau Buay di Lampung.
    Profesi berhubungan erat dengan keahlian dan jabatan seseorang dan profesi inipun menciptakan keanekaragaman dalam masyarakat.

—–

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Setiap budaya seharusnya saling memahami dan menghormati. Banyak cara yang bisa menumbuhkan rasa tersebut. Pertama, kita harus memahami budaya kita sendiri. Banyak referensi di internet, perpustakaan,juga  teman yang bisa dipelajari oleh kawan. Lebih baik mencari secara detail untuk lebih memudahkan mempelajarinya. Yang kedua, janganlah mudah terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memecah belah persatuan kita. Hasutan tersebut sebaiknya kawan pelajari supaya dapat kawan pahami dan mengerti. Yang ketiga, bersikaplah untuk saling mengalah. Maksud dari bersikaplah saling mengalah itu janganlah di salah artikan sebagai kekalahan. Mengalah yang benar itu memahami dan  saling memaafkan juga saling menginstropeksi diri. Sikap inilah yang mungkin kita sulit untuk mempraktekannya, kapan kita harus mengalah dan kapan kita harus memberi tahu apa yang benar. Yang ke empat yaitu saling mengakui dan menerima perbedaan. Mengakui disini dapat diartikan saling mengetahui akan keberadaan budaya. Menerima perbedaan yang ada, mulai dari adat-istiadat, kesenian, pakaian, bahasa, teknologi, sistem pengetahuan, ciri-ciri fisik, dan masih banyak yang lainnya. Yang kelima ialah toleransi dan rela berkorban. Setiap kita haruslah mempunyai hati yang bertoleransi terhadap sesama dan rela berkorban. Untuk masalah rela berkorban, di era globalisasi yang tinggi ini rela berkorban semakin terkikis dimana semua orang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memahami keadaan sekitarnya. Kesibukan yang tinggi dapat memicu hal-hal seperti ini.

5 hal di atas yang perlu kita pahami untuk keanekaragaman yang ada d Indonesia ini. Terlepas dari 5 hal di atas kita dapat juga belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di sekitar kita. Jangan meremehkan pengalaman yang ada karena dengan pengalaman lah kita dapat saling bertukar pikiran dan saling memahami. Kita memang berbeda, namun bukan untuk dibeda-bedakan. Perbedaan kebudayaan tersebut merupakan anugerah yang patut kita hargai sebagai kenyataan dalam masyarakat yang tidak bisa kita tolak. Secara ilmu alam, bahwa alam dan manusialah yang membuat kita berbeda. Yang terpenting adalah bahwa 5 hal di atas harus di praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kawanku seluruh Indonesia pasti mengingat Bhinneka Tunggal Ika, dimana kita menyadari bahwa kita memiliki keragaman suku, budaya, agama, bahasa, dan yang lainnya tetapi dalam kesatuan negara Indonesia. Perbedaan bukanlah suatu halangan, biarlah setiap kebudayaan dapat mengembangkan kebudayaannya masing-masing tetapi selalu mengkedepankan rasa Nasionalisme yang tinggi dan membanggakan keunggulan setiap kebudayaan yang kawan miliki. Kita pelihara rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kalau kita kurang memahami akan hal-hal di atas ini maka konflik sosial yang berakibat pada kehancuran umat manusia yang disebabkan oleh kebodohan umat manusia, telah menunggu-ibarat mulut buaya yang sedang menganga menunggu mangsanya.

Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga akan hal-hal ini. “Tidak ada satu perbedaan dimata Tuhan, karena yang membedakan adalah manusia itu sendiri” by Ernest Yosua

Bersyukur untuk kesempatan kali ini bila Kompas telah membantu anak-anak Bangsa untuk berpikir dan berpendapat mengenai kebanggan negeri tercinta INDONESIA dengan satu Kompetisi yang luar biasa yaitu Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC . Bila teman-teman ingin juga ikutan seperti ini bisa klik wwww.mudaers.com. Dengan kebanggaan tersendiri jika mengikuti Kompetisi ini, disamping ingin memenangkan hadiahnya juga ingin turut andil menjadi pemersatu bangsa INDONESIA ditengah keterpurukan ekososbud (ekonomi, sosial, budaya).

Sebagai generasi muda yang mempunyai cita-cita tinggi, kita harus memperbaikinya. Bila tidak mulai dari dalam diri kita akan mulai dari manakah? Milikilah komunitas-komunitas yang membangun bangsa, biarpun kita banyak perbedaan tapi disitulah letak saling melengkapi diantara kita. Komunitas MuDA yang pernah saya ikuti adalah Kompas MuDA. Disana kita saling membantu satu sama lain, perbedaan tidak menjadi halangan bagi kami semua bragaM (begitulah sebutan Kompas MuDA batch 1 regional Bandung). Saling mengingatkan diantara kami baik kesalahan ataupun kelebihan dari setiap kami. Maka dari itu milikilah komunitas yang membangun kawan semua jangan asal ikut komunitas yang ujung-ujungnya menjerumuskan kawan ke jalan yang tidak benar. Ok guys?

Sekali lagi saya berterima kasih kepada Kompas yang telah mengadakan Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC . Semoga acara Kompas MuDA dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang dikendaki. Ok generasi MuDA segera miliki hati yang bangsa akan INDONESIA..

Salam, ernestyosua.com | Berbagi Dengan Semua | Bangga INDONESIA|  Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC ,  wwww.mudaers.com

  • Share/Bookmark

No related posts.

2 Responses to “[Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC] Berbeda Bukan Berarti Tak Sama”

  1. keren,bro…lgsg di page 1 ….posisi atas lagi ^_^

  2. SmarterDOS says:

    Mantap! Peringkat tinggi nih, calon pemenang. Sukses terus bos!

Leave a Response